Tips Jitu dan Efektif Menyiasati Harga Cabai yang Bikin Pedas Dompet


Awal tahun 2017 menjadi momen galau buat para ibu-ibu sebagai pengatur keuangan di rumah tangga. Sebabnya harga cabai yang tidak mask akal yakni Rp. 100ribu per satu kilogramnya - nyaris setara harga sapi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, musim hujan yang terjadi selama tahun 2016 yang menyebabkan mahalnya harga cabai. Pasalnya hujan membuat komoditas itu belum dapat dipanen. "Produksi cukup, cuma tidak boleh panen kalau musim hujan," Kata Menteri Amran seperti dilansir merdeka.com, Selasa (3/1)

Hal ini dibenarkan oleh Nila Kristina yang sehari-hari adalah tengkulak cabai di Pasar Induk, Jakarta Timur. Menurut Nila, cabai adalah bahan pokok yang tetap dicari meski harganya membumbung. Harga jual cabai rawit mera tadinya dibawah Rp. 30 ribu per kilogramnya. Tapi hari ini, rabu (4/1) melonjak hingga lebih dari Rp. 100 ribu dengan bobot yang sama.

"Ini ada resiko uangnya juga buat kami. Resiko uangnya terlalu tinggi karena banyak yang membelinya secara utang lebih dulu," cerita pada kru vemale.com

Sebagai "Menteri keuangan" di rumah, adalah tugas para ibu untuk mengatur kenaikan harga ini agar tak terlalu berpengaruh pada masakan di rumah. Tapi tetap saja kenaikan signifikan dirasakan pahit oleh ibu rumah tangga. Seperti yang dirasakan Gestina, ibu 29 tahun asal Depok, Jawa Barat.

"Coba rawit segini (kantung plastik kecil) Rp. 10 ribu. Pedasnya sampai bikin nangis dompet," ujar Nina yang menghitung hanya ada 20 cabai didalamnya.

"Itu sekarang sama tukang sayurnya kalau jualan udah diplastikin Rp. 10-ribuan sama dia. Dulukan bebas milih, sekarang tinggal pilih mau plastik yang mana", tambahnya.

Untuk menyiasatinya, Gestina menggunakan cabai keriting dibanding cabai rawit. Dikatakan ibu dua anak ini bahwa harga cabai keritng masih Rp. 3.000-an. Sehingga semua masakan yang menggunakan cabai akan dialihkan menggunakan cabai keriting.

Bagaimana dengan Anda, para ibu? Jangan sampai harga cabai menghalangi masakan enakmu menjadi hambar.


Sumber : http://pastshare. co,id/archives/57110







Artikel Terkait

Previous
Next Post »