Tim peneliti Durham University, Inggris, mengumpulkan data rekam fenomena alam semesta selama 2.735 tahun dan mendapati adanya perubahan tempo rotasi bumi.
Dari data tersebut, didapati periode sehari di bumi ternyata bertamba dua milidetik tiap abad, menandakan adanya perlambatan rotasi bumi secara gradual.
Hal ini terlihat dari adanya perubahan konsisten dari kalkulasi terlihatnya fenomena gerhana dari bumi. "Itu artinya percepatan rotasi bumi selama ini berubah-ubah," jelas Lesli Morisson, astronom yang tergabung dalam tim penelitian.
Menurut Lesli Morisson, melambatnya rotasi bumi ini memungkinkan periode 24 jam dalam sehari bisa bertambah.
Namun, masih butuh waktu yang cukup lama untk pertambahan periode sehari itu benar-benar terasa dampaknya bagi kehidupan di bumi. Sebab, untuk bertambah semenit saja, butuh waktu 6,7 juta tahun lagi, sehingga untuk menjadikan periode sehari menjadi 25 jam butuh waktu sekitar dua juta abad lagi.
Tim peneliti menyebutkan perubahan rotasi bumi ini bisa jadi dipengaruhi beberapa faktor, seperti perubahan permukaan kutub dan aktivitas elektromagnetik dari inti bumi.
Sumber : http:/www.tribunnews.com/sains/2017/01/08/efek-rotasi-bumi-yang-melambat-peneliti-sebut-periode-waktu-sehari-menjadi-25-jam.html
